KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
122. Yohanes X (914-928)
Yohanes adalah seorang Italia kelahiran Tossignano, putera Sergius III dan Marozia. Terpilih menjadi paus pada Maret 914 karena dukungan buyutnya Theodora yang menguasai Roma. Para klerus menentang pemilihannya selama setahun. Akhirnya ia diterima terutaman karena usahanya untuk menyakinkan Berengar, raja Italia untuk angkat senjata melawan Sarasen. Namun Berengar yang menuntut mahkota kekaisaran sebagai imbalannya, mengingkari janji. Lalu Yohanes berbalik kepada Alberik I, bangsawan Spoleto dan suami Marozia. Muncul sebuah federasi terdiri dari Alberik, bangsawan Napoli dan kaisar Byzantium. Paus berperan sebagai pemimpin karismatik. Sarasen dikalahkan di Sungai Garigliano dan diusir keluar Italia.
Sementara itu kehidupan di Roma penuh dengan intrik dan kejahatan. Untuk jangka waktu singkat. Yohanes punya kekuatan dan keberanian melawannya. Kemudian ia terseret kedalam pusaran kekerasan dan korupsi. Ia berusaha melaksanakan misinya dengan sepenuh hati dan independen, tetapi ia secara kasar masuk ke dalam perilaku kengerian yang dipaksa oleh tiga wanita cantik dan penguasa Roma yakni Irmegrad yang belakangan menjadi suami Marozia. Namun seseorang melihat dari sikapnya bahwa Yohanes menghukum intrik keriga wanita tersebut. Tentu saja ini tidak berkenan bagi mereka. Nasib Yohanes telah ditentukan. Marozia memenjarakannya dan kepalanya ditekuk diantara dua bantal hingga kehabisan napas pada bulan Mei 928.
|